APA ITU CMS (Content Management System)?
Content Management System atau CMS merupakan sebuah software berbasis web , page yang digunakan untuk mengelola konten/isi yang terdapat dalam sebuah web. Contoh sebuah CMS yang sangat Populer saat ini adalah WordPress, sick dan Joomla. CMS sendiri dibuat dengan menggunakan berbagai macam bahasa pemrograman, see seperti: PHP (Personal Home Page) bahasa pemrograman script yang paling banyak digunakan saat ini, ataupun HTML (Hypertext Markup Language) bahasa yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web.
Untuk membuat sebuah website dengan CMS relatif cukup mudah dan cepat karena kalau kita analogikan CMS itu seperti sebuah Operating System Dalam sebuah komputer (windows,linux, Mac OS) yang dibuat untuk memudahkan penggunanya sehingga kita bisa mengelola komputer kita dengan relatif cukup mudah, begitupun dengan CMS dibuat sedemikian hingga agar penggunanya mudah untuk menambah dan mengelola isi yang ada dalam sebuah website. Dengan CMS, semua itu bisa dilakukan tanpa pengguna harus belajar HTML atau bahasa pemrograman web. Karena CMS adalah suatu software (perangkat lunak) maka CMS bisa berbasis web ataupun aplikasi desktop biasa.
Pada dasarnya Anda bisa membuat sendiri CMS untuk situs Anda atau Anda juga bisa memanfaatkan module-module atau aplikasi CMS yang sudah ada di internet. Jika Anda ingin membuat sendiri CMS Anda maka syaratnya adalah situs Anda harus sudah memiliki struktur layout yang fix (tetap). Inti dari CMS adalah melakukan perubahan atau penambahan isi situs pada bagian-bagian yang sifatnya bisa berubah, misalnya halaman berita terbaru, halaman produk atau jasa, halaman foto dan lain sebagainya. Data dari CMS tersebut disimpan dalam suatu database dan dicari atau ditampilkan dengan cepat.
Untuk menggunakan sebuah software Content Management System atau CMS tidak diperlukan biaya yang mahal Karena banyak tersedia software opensource seperti Joomla, dan WordPress, dimana joomla dan wordpress merupakan software yang popular saat ini bukan hanya karena mudah digunakan dan power full akan tetapi joomla dan wordpress bisa anda dapatkan secara gratis anda juga bisa mendownload template serta fitur-fitur yang lain apabila anda kurang puas dengan default yang disediakan, dan bagi anda yang belum punya domain dan hosting sendiri bisa ngeblog sekarang juga gratis bisa dengan wordpress disini.
Fitur-fitur yang terdapat dalam CMS juga sangat bervariasi, mulai dari manajemen layout situs (yang berfungsi untuk mengubah layout situs Anda), fitur pencarian, editing berita, editing foto, editing produk dan lain sebagainya. Suatu CMS berbasis web dilengkapi dengan mekanisme autentikasi untuk bisa melakukan perubahan atau update isi situs. Ini artinya Anda harus memasukkan username dan password sebelum bisa masuk ke dalam sistem CMS situs Anda. Dengan adanya mekanisme ini maka Anda bisa membagi hak akses kepada beberapa orang dimana orang-orang tersebut bisa meng-update isi situs pada bagian yang berbeda-beda. Misalnya saja si A hanya bisa menambah dan mengupdate berita situs, kemudian si B hanya bisa menambah dan mengupdate halaman foto gallery saja.
Situs-situs apa saja sih yang menggunakan CMS? Banyak sekali, bahkan semua situs sebenarnya bisa menggunakan CMS. Tapi sekali lagi kita harus melihat kebutuhan dari situs tersebut. Sebagai contoh, CMS banyak digunakan pada situs-situs yang padat isi (content) seperti situs-situs berita (www.detik.com, www.kompas.com etc etc). Selain itu CMS juga banyak digunakan pada situs-situs penyedia jasa e-commerce (misalnya www.bhinneka.com, www.fastncheap.com etc etc. Jika Anda sering meng-update Blog Anda maka itu juga merupakan contoh dari CMS.
repost dari http://amiroh.web.id
Web Application Framework berbasis PHP
Apa itu Web Application Framework?
berbasis Web Application Framework memungkinkan anda membuat website dengan gampang dan cepat.
Didalamnya tersedia fungsi-fungsi yang siap pakai untuk mengelola akses ke database, pengelolaan template beserta presentasi content, dan pengelolaan session.
Ada banyak sekali Web Application Framework berbasis PHP yang dapat dijumpai di INTERNET dan kebanyakan adalah Open Source, artinya anda dapat menggunakannya secara bebas dan gratis. Framework-framework tersebut dari yang paling sederhana, hingga yang paling kompleks.
Misalnya dengan menerapkan AJAX (Asynchronous JavaScript & XML), MVC (Model View Controller), dan atau ORM (Object Relational Mapping). Beberapa Web Application Framework berbasis PHP adalah:
Canvas Framework, menerapkan MVC, website: http://canvas.es/ CakePHP,
menerapkan MVC & AJAX, website: http://cakephp.org/ Symfoni,
menerapkan MVC, AJAX & ORM, website: http://www.symfony-project.com/
Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Apa itu MVC?
MVC, kependakan dari Model, View & Controller, adalah sistem aplikasi web yang terdiri dari Model, View dan Controller. Model: Menghasilkan data yang akan ditampilkan (dipresentasikan) View: Mengatur bagaimana data akan ditampilkan Controller: Menangani interaksi user, event, pemrosesan data, dll.
Apa itu AJAX? AJAX, kependekan dari Asynchronous JavaScript & XML, adalah sistem aplikasi web yang membuat sebuah website lebih interaktif. Tujuan utamanya adalah membuat sebuah website lebih responsif terhadap aktifitas user dan melakukan perubahan presentasi data hanya pada data yang perlu diubah (diupdate atau di-refresh), dan semua itu dilakukan secara background process. Jadi sebuah website tidak perlu di-refresh secara keseluruhan untuk menampilkan presentasi data terbaru.
Apa itu ORM? ORM, kependekan dari Object-Relational Mapping atau biasa ditulis dengan O/R Mapping, Teknik pemrograman yang menghubungkan database dengan bahasa berorientasi objek, menghasilkan virtual object database.
repost dari http://www.rumahweb.com
berbasis Web Application Framework memungkinkan anda membuat website dengan gampang dan cepat.
Didalamnya tersedia fungsi-fungsi yang siap pakai untuk mengelola akses ke database, pengelolaan template beserta presentasi content, dan pengelolaan session.
Ada banyak sekali Web Application Framework berbasis PHP yang dapat dijumpai di INTERNET dan kebanyakan adalah Open Source, artinya anda dapat menggunakannya secara bebas dan gratis. Framework-framework tersebut dari yang paling sederhana, hingga yang paling kompleks.
Misalnya dengan menerapkan AJAX (Asynchronous JavaScript & XML), MVC (Model View Controller), dan atau ORM (Object Relational Mapping). Beberapa Web Application Framework berbasis PHP adalah:
Canvas Framework, menerapkan MVC, website: http://canvas.es/ CakePHP,
menerapkan MVC & AJAX, website: http://cakephp.org/ Symfoni,
menerapkan MVC, AJAX & ORM, website: http://www.symfony-project.com/
Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Apa itu MVC?
MVC, kependakan dari Model, View & Controller, adalah sistem aplikasi web yang terdiri dari Model, View dan Controller. Model: Menghasilkan data yang akan ditampilkan (dipresentasikan) View: Mengatur bagaimana data akan ditampilkan Controller: Menangani interaksi user, event, pemrosesan data, dll.
Apa itu AJAX? AJAX, kependekan dari Asynchronous JavaScript & XML, adalah sistem aplikasi web yang membuat sebuah website lebih interaktif. Tujuan utamanya adalah membuat sebuah website lebih responsif terhadap aktifitas user dan melakukan perubahan presentasi data hanya pada data yang perlu diubah (diupdate atau di-refresh), dan semua itu dilakukan secara background process. Jadi sebuah website tidak perlu di-refresh secara keseluruhan untuk menampilkan presentasi data terbaru.
Apa itu ORM? ORM, kependekan dari Object-Relational Mapping atau biasa ditulis dengan O/R Mapping, Teknik pemrograman yang menghubungkan database dengan bahasa berorientasi objek, menghasilkan virtual object database.
repost dari http://www.rumahweb.com
framework pada web
Framework atau bahasa indonesianya kerangka kerja adalah sebuah software untuk memudahkan para programmer membuat aplikasi atau web yang isinya adalah berbagai fungsi, plugin, dan konsep sehingga membentuk suatu sistem tertentu.
Dengan menggunakan framework, sebuah aplikasi akan tersusun dan terstruktur dengan rapi.
Namun, menggunakan framework bukan berarti kita bebas dari pengkodean.
Kita sebagai pengguna/programmer menggunakan variabel dan fungsi-fungsi yang ada di sebuah framework itu. Karena itulah, kerja kita bisa menjadi efektif karena tidak harus membuat fungsi-fungsi lagi.
Untuk lebih memahaminya, anda bisa membaca cerita berikut.
Rahman adalah seorang web programmer. Dia menerima pesanan sebuah proyek website. Lalu dia mengerjakannya dari mulai mendesain sampai sistemnya. Semua kode-kode fungsi & konsep yang harus ada di sebuah website semuanya ia buat.
Mulai dari kode untuk postingan, menu, paginasi, dan sebagainya.
Alhasil, pesanannya pun berhasil diselesaikan. Perusahaan yang memesan merasa puas dengan hasil website Rahman.
Lalu, perusahaan itu membuat kontrak dengan Rahman untuk membuat proyek website lainnya. Kemudian, tibalah waktu untuk membuat proyek website yang kedua.
Rahman mulai mengerjakannya lagi. Diawal pengerjaannya, Rahman menyadari bahwa ada fungsi-fungsi tertentu yang harus selalu ada dalam sebuah website.
Misalnya seperti fungsi postingan, paginasi dan lain-lain. Karena itulah Rahman kembali membedah proyek website pertama yang telah berhasil dibuat. Lalu dia memeriksa kembali kode-kode untuk fungsi-fungsi tertentu dan mengumpulkannya menjadi satu untuk digunakan di proyek kedua yang akan dikerjakannya.
Nah, kumpulan kode fungsi-fungsi tertentu itulah yang disebut sebagai framework. Setiap bahasa pemrograman bisa dibuat frameworknya, jadi tidak hanya untuk website saja. Sejauh ini, framework untuk pemrograman website yang sering digunakan adalah framework php dan framework css. Contoh framework php adalah CodeIgniter dan Zend Framework. Sedangkan, contoh framework css adalah Bootstrap. Silahkan dicek sendiri agar lebih mengerti. Semoga bermanfaat.
repost dari Muhammad Syakirurohman
Dengan menggunakan framework, sebuah aplikasi akan tersusun dan terstruktur dengan rapi.
Namun, menggunakan framework bukan berarti kita bebas dari pengkodean.
Kita sebagai pengguna/programmer menggunakan variabel dan fungsi-fungsi yang ada di sebuah framework itu. Karena itulah, kerja kita bisa menjadi efektif karena tidak harus membuat fungsi-fungsi lagi.
Untuk lebih memahaminya, anda bisa membaca cerita berikut.
Rahman adalah seorang web programmer. Dia menerima pesanan sebuah proyek website. Lalu dia mengerjakannya dari mulai mendesain sampai sistemnya. Semua kode-kode fungsi & konsep yang harus ada di sebuah website semuanya ia buat.
Mulai dari kode untuk postingan, menu, paginasi, dan sebagainya.
Alhasil, pesanannya pun berhasil diselesaikan. Perusahaan yang memesan merasa puas dengan hasil website Rahman.
Lalu, perusahaan itu membuat kontrak dengan Rahman untuk membuat proyek website lainnya. Kemudian, tibalah waktu untuk membuat proyek website yang kedua.
Rahman mulai mengerjakannya lagi. Diawal pengerjaannya, Rahman menyadari bahwa ada fungsi-fungsi tertentu yang harus selalu ada dalam sebuah website.
Misalnya seperti fungsi postingan, paginasi dan lain-lain. Karena itulah Rahman kembali membedah proyek website pertama yang telah berhasil dibuat. Lalu dia memeriksa kembali kode-kode untuk fungsi-fungsi tertentu dan mengumpulkannya menjadi satu untuk digunakan di proyek kedua yang akan dikerjakannya.
Nah, kumpulan kode fungsi-fungsi tertentu itulah yang disebut sebagai framework. Setiap bahasa pemrograman bisa dibuat frameworknya, jadi tidak hanya untuk website saja. Sejauh ini, framework untuk pemrograman website yang sering digunakan adalah framework php dan framework css. Contoh framework php adalah CodeIgniter dan Zend Framework. Sedangkan, contoh framework css adalah Bootstrap. Silahkan dicek sendiri agar lebih mengerti. Semoga bermanfaat.
repost dari Muhammad Syakirurohman
Langganan:
Postingan (Atom)
CMS (Content Management System)
APA ITU CMS (Content Management System)? Content Management System atau CMS merupakan sebuah software berbasis web , page yang digunakan ...
